Rangkaian Hidup Muhammad Al-Fatih

KELAHIRAN MUHAMMAD AL FATIH
Istana kesultanan Ottoman sedang bergembira. Raja mereka, Sultan Murad, kini memiliki seorang putra yang diberi nama  Muhammad. Sama dengan nama nabi kita, Muhammad SAW. Raja bertekad menjadikan putranya yang baru lahir ini menjadi orang besar yang menggantikan kedudukannya. Pada 27 Rajab 835 H (30Maret 1432 M), Muhammad Al-Fatih melihat dunia untuk pertama kalinya.
Pendidikan yang dijalani Muhammad Al-Fatih tidaklah mudah. Dalam usia relatif muda, dia sudah menjadi hafizh al-Quran. Ilmu hadits, hukum Islam, matematika dan astronomi yang berkembang saat itu pun harus dikuasainya. Muhammad Al-Fatih juga seorang yang fasih berbahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Gurunya selalu membekali Muhammad Al-Fatih adab dan akhlak islami. Semangat jihad dan menjadi orang besar selalu dikobarkan di dada Muhammad Al-Fatih. Pendidikan ini yang signifikan membentuk kepribadian Muhammad Al-Fatih kelak.
Berbagai peperangan diikuti bersama ayahnya. Dan dari setiap peperangan itu dia mendapatkan banyak pengalaman, semangat dan siasat perang. Jadilah dia seorang ahli perang di usia mudanya. Dalam ketatanegaraan, Muhammad Al-Fatih muda diamanahi memimpin di negara bagian kecil dari kesultanan ayahnya. Menjadi Sultan Muda Sultan Murad II wafat (5 Muharram 852 H/7 Februari 1451 M). Saat itu pemuda bernama Muhammad Al-Fatih masih sangat muda. Usianya baru 20 tahun.
Syaikh Aaq Syamsudin menyatakan keyakinannya bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih adalah basyirah (kabar gembira) yang dikabarkan Nabi SAW itu dan akan menaklukan Konstantinopel.

Penasihat kerajaan tanpa ragu mempercayainya menjadi sultan. Mereka melihat ketawadhuan, kepintaran, dan semangat Muhammad Al-Fatih muda. Saat itulah, Syaikh Aaq Syamsudin mengatakan kepada Muhammad Al-Fatih, bahwa nabi SAW bersabda:
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335] Lalu, Syaikh Aaq Syamsudin menyatakan keyakinannya bahwa Sultan Muhammad Al-Fatih adalah basyirah (kabar gembira) yang dikabarkan Nabi SAW itu dan akan menaklukan Konstantinopel.
Sejak saat itu, Sultan Muhammad Al-Fatih, menjadi begitu berkeinginan untuk menaklukkan Konstantinopel. Dia tidak bicara dengan seseorang melainkan untuk penaklukkan kota itu. Banyak langkah-langkah ia siapkan. Mulai dari menguasai kota-kota di sekitar Konstantinopel hingga pemanfaatan teknologi mutakhir.
Seorang ilmuwan Dinasti Ustmaniyah ini juga mampu menemukan meriam. Meriam seberat 700 ton dan peluru 1500 kilogram merupakan teknologi baru dan belum pernah dipakai pada peperangan sebelum-sebelumnya. Dengan adanya penemuan meriam ini, benteng kota Konstantinopel setinggi 30 m dan tebal 10 m akan lebih masuk akal untuk dirobohkan.
PENAKLUKAN KONSTANTINOPEL
150.000 pasukan Islam sudah disiapkan mengepung kota Konstantinopel dari segala penjuru. Beliau sendiri yang berkeliling melihat persiapan pasukannya. Tak henti-hentinya Sultan mengobarkan semangat jihad pasukannya. Dia secara khusus pasukannya berpuasa dan sholat malam. Surat dikirimkan oleh Muhammad Al-Fatih kepada Paleologus (Penguasa Konstantinopel) agar mereka masuk Islam dan menyerahkan Konstantinopel secara damai. Jika tidak, perang tidak akan terhindari lagi. Paleologus karena congkak

dengan bentengnya yang selama 8 abad tidak tertembus menjawab tidak akan menyerah dan siap menerima serangan dari pasukan Islam. Perang tidak terhindari lagi. Dan kesombongan Paleologus ada benarnya. Benteng kota Konstantinopel sulit sekali ditembus. Pengepungan sudah mencapai 30 hari. Tidak ada tanda-tanda benteng akan bisa di tembus. Serangan meriam yang dilancarkan memang mampu menjebol benteng. Tapi secepat kilat juga pasukan Paleologus membangun kembali. Parit selebar 7 meter di luar benteng benar-benar menyulitkan pasukan Islam.
Sultan Muhammad Al-Fatih berpikir keras. Pengepungan satu bulan terakhir akan sia-sia jika benteng tak juga mampu ditembus. Saat itu yang dipikirkannya adalah celah di Golden Horn. 22 April 1453 malam, Sultan Muhammad Al-Fatih memerintahkan pemindahan kapal lewat darat melalui Golden Horn. Ide sangat cemerlang dan benar-benar tidak disangka-sangka. 70 kapal mampu masuk ke
selat Golden Horn setelah sebelumnya ditarik lewat jalur darat menghindari rantai di selat itu. Hal ini sangat mengagetkan pasukan Paleologus. Dan menjadi titik balik menuju penaklukkan kota Konstantinopel.
MENJELANG KEMENANGAN
Kemenangan itu telah dekat. Basyirah nabi SAW akan segera mampu diwujudkan. Sultan Muhammad Al-Fatih sudah melihat hal itu di matanya. 17 Mei 1453, Sultan mengumpulkan pasukkannya lalu berkhutbah:
“Jika penaklukan kota Konstantinopel berhasil, maka sabda Rasulullah SAW telah menjadi kenyataan dan salah satu dari mukjizatnya telah terbukti, maka kita akan mendapatkan bagian dari apa yang telah menjadi janji dari hadits ini, yang berupa kemuliaan dan penghargaan. Oleh karena itu, sampaikanlah pada para pasukan satu persatu, bahwa kemenangan besar yang akan kita capai ini, akan menambah

ketinggian dan kemuliaan Islam. Untuk itu, wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu di depan matanya dan jangan sampai ada di antara mereka yang melanggar syariat yang mulia ini. Jangan mengusik tempat-tempat peribadatan dan gereja-gereja. Jangan mengganggu para pendeta dan orang-orang lemah tak berdaya yang tidak ikut terjun dalam pertempuran. Bermunajat hanya kepada Allah, jauhkan diri dari maksiat, bertahajjud pada malam hari dan berpuasalah pada esok hari.” Khutbah Sultan Muhammad Al-Fatih benar-benar membakar semangat jihad pasukkannya lebih hebat lagi. Mereka pun berpuasa di siang hari dan tahajud pada malam harinya. Hingga Allah mentakdirkan Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan muslimin.

 

KONSTANTINOPEL , TAKBIR PERTAMAMU
Untuk pertama kalinya, sejak Islam dibawa oleh Rasulullah SAW, Konstantinopel bergemuruh oleh pekikan takbir. Allahu Akbar!
Kota Konstantinopel dibuka oleh Sultan Muhammad Al-Fatih 29 Mei 1453. Seluruh warga Konstantinopel berkumpul di Gereja Hagia Sophia. Menangis. Lesu. Pasrah. Bagaimana nasib mereka setelah ini? Mereka bersimpuh tak berdaya. Apa yang akan dilakukan Sultan Muhammad Al-Fatih? Mereka bahkan tak berani untuk sekedar membayangkan. Seorang pemuda, usianya baru 23 tahun berhenti di depan gereja Hagia Sophia. Dia lalu turun dari kudanya kemudian sholat dua rakaat. Setelah itu dihampirinya warga
kota Konstantinopel yang sedang bersimpuh di gereja itu. Dengan lantang dia berseru:
“Berdiri! Saya adalah Sultan Muhammad dan saya ingin mengatakan kepada kalian, saudara-saudara kalian dan semua orang bahwa hidup dan kebebasan kalian dijamin.”

Sejak saat itu, gereja Hagia Sophia dialihfungsikan menjadi masjid. Dan masih bisa ditemui sampai sekarang. Nama kota diganti menjadi Islambul (kota Islam, kini: Istambul, Turki) dan menjadi ibukota kerajaan Daulah Utsmaniyah. Akhir Kehidupan Muhammad Al-Fatih Berita penaklukkan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih sangat menggentarkan Eropa. Mereka harus bersatu melenyapkan Sultan Muhammad Al-Fatih. Tapi persatuan Eropa saat itu sangatlah mahal dan sulit didapatkan. Satu persatu kerajaan-kerajaan kecil Kristen Eropa mampu dikuasai Sultan Muhammad Al-Fatih.
Muhammad Al-Fatih menguasai kota Otarant di Italia Juli 1480. Kota Otarant ini dijadikannya markas untuk menaklukkan Roma. Namun, di saat semua persiapan untuk penaklukan Kota Roma tengah disiapkan, Allah SWT berkehendak lain. 3 Mei 1481, Allah memanggil kekasih dan wali-Nya ini, Muhammad Al-Fatih, kembali kepadaNya.
Demikianlah kehidupan dari sultan Muhammad Al-Fatih. Sumbangannya terhadap Islam dan ilmu pengetahuan sangat besar. Kepergiannya meninggalkan wilayah kerajaan Daulah Utsmaniyah yang sangat luas, termasuk Konstantinopel. Dia juga membangun tiga ratus masjid dan 57 sekolah modern saat itu.

 

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Bermain Dengan Koran Bekas

Permainan ini bertujuan mengasah kreatifitas serta memahami matematis…. Mari kita Coba…..

Sebelum Anda mengepak koran bekas untuk dijual ke tukang loak, kenapa tidak memanfaatkannya untuk mengajasi anak Anda sambil bermain dalam suasana gembira. Selain banyak gambar, koran juga penuh dengan kata-kata, angka-angka, tapi berbeda dengan buku-buku, koran bekas bisa digunting, dilem, digambari. Dengan sedikit panduan Anda, anak yang punya rasa ingin tahu yang besar bisa mengubah koran bekas ini menjadi alat belajar yang menyenangkan. Berikut, 10 cara menggunakan majalah dan koran bekas untuk menguatkan keterampilan dasar anak pra sekolah Anda dan membangkitkan kreativitasnya.

Menghitung orang. 
Bantu anak Anda memilih foto sekelompok orang. Bersama-sama, tunjuk setiap orang sambil menghitung dengan suara keras. Sesudah itu, pada sehelai kertas polos, tunjukkan kepada anak Anda cara menuliskan angka dari jumlah orang tersebut.

Menghitung hidung
Sesudah menghitung jumlah orang dalam sebuah foto, bantu anak Anda menghitung jumlah hidung. Anak Anda akhirnya menemukan, jumlah orang ternyata sama dengan jumlah hidung. Dari situ anak Anda belajar memasangkan yang satu dengan yang satu, sutau prinsip dasar matematika. Jika anak Anda sudah menangkap pemikiran ini, dia bisa meneruskan  dengan menghitung bagian-bagian tubuh yang berpasangan seperti mata, kaki, dan tangan.

Mencari sesuatu
Bantu anak Anda menggunting gambar yang menarik perhatiannya dengan gunting tumpul. Lalu bantu dia menggunting keluar gambar dari benda lainnya, dan lainnya, dan lainnya. Bersama anak Anda, tempelkan gambar-gambar itu pada sehelai kertas dan tuliskan namanya. Jelaskan pada anak Anda, dia membuat kelompok yang terdiri dari 1 benda. Cara ini akan membuat aktivitas berikutnya menjadi lebih mudah.

Mengelompokkan
Keluarkan krayon. Tunjukkan gambar suatu benda pada anak Anda, lalu minta dia untuk melingkarinya. Sesudah itu, bantu dia mencari 2 gambar sesuatu, lalu warnai pasangan itu. Teruskan cara ini, temukan kelompok yang terdiri dari 3 buah, 4 buah dan seterusnya.

Menjiplak bentuk
Bantu anak Anda mengenali berbagai bentuk. Pertama, cari lingkaran dan warnai. Lalu, cari dan warnai gambar persegipanjang, segitiga dan bentuk-bentuk lain yang muncul dalam pikiran Anda. Lalu warnai dengan warna apa saja. Sesudah itu, anak prasekolah Anda boleh menggunting bentuk-bentuk itu, lalu ditempelkan pada kertas lain untuk membuat collage. Jangan lupa mendiskusikan nama bentuk-bentuk itu dengan anak Anda.

Mencari bagian yang hilang
Aktivitas ini paling baik untuk anak prasekolah yang umurnya lebih tua. Gunting gambar-gambar dari benda-benda yang sudah dikenal baik oleh anak, lalu gunting bagian yang penting. Misalnya, sayap dari pesawat terbang. Tunjukkan gambat itu pada anak Anda dan minta dia untuk menunjukkan bagian apa yang hilang dari gambar itu. Sesudah itu, dia bisa me-lem kembali bagian yang hilang itu pada tempat yang tepat di dalam gambar.

Menyusun tingkatan
Bersama-sama cari koran yang mempunyai gambar berbagai benda dengan berbagai ukuran. Bantu anak Anda untuk membedakan, benda mana yang paling besar dan warnai. Lalu cari benda terbesar kedua dan warnai. Teruskan mewarnai benda-benda yang ukurannya semakin kecil menurut urutan.

Mengkategorikan benda
Bersama anak Anda, gambar sebuah rumah sederhana pada selembar kertas besar dan tuliskan nama ruangan yang berbeda. Lalu gunting  gambar benda-benda yang terdapat di dalam rumah dari majalah atau koran.  Misalnya, anjing, payung, atau apa saja. Bantu anak Anda untuk menempelkan gambar itu pada ruangan yang menurutnya di situlah benda itu harus berada. Lalu tanyakan mengapa dia menempatkan benda itu dalam ruang tertentu. Dari situ anak Anda akan belajar tentang mengkategorikan yang merupakan pelajaran matematika dasar dan konsep pengetahuan dan menggunakan imajinasi.

Memasang makanan
Bersama-sama, gunting foto-foto atau gambar dari berbagai jenis makanan. Masukkan gambar itu ke dalam tas belanja dan sesudah itu bantu anak Anda untuk membongkar atau mengeluarkannya. Minta dia untuk memasangkan makanan itu bersama dan jelaskan kepada Anda apa hubungan antara keduanya. Terima semua jawaban anak Anda. Aktivitas ini melatih pemikiran dan Anda bisa mendorong pemikiran kreatif anak Anda.

Melukiskan perasaan
Bersama anak pra sekolah Anda, cari gambar-gambar orang yang sedang tertawa atau tersenyum dan gambar orang-orang yang tampak sedih. Tanyakan kepadanya apa yang dia pikirkan tentang perasaab masing-masing orang itu dab mengapa mereka merasa seperti itu. Anda bisa membicarakan apa yang sebenarnya terjadi dalam foto itu berdasarkan usia anak Anda.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

20 RESEP MESRA SUAMI ISTRI

Dari berbagai sumber

Berikut ini 20 resep mesra suami istri ala Rasulullah Muhammad SAW, semoga kita dapat meneladani beliau sehingga rumah tangga kita menjadi sakinah mawaddah wa rohmah.

Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap istri dan keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istri dan keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

1. Berbuat baik kepada pasangan.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah bersabda, ‘Orang mu’min yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik akhlaknya diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya’.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

2. Mengerti perasaan pasangan.

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri ra.)

3. Menghargai istri.

Anas ra. Mengatakan, “Tetangga Rasulullah saw., seorang Persia, pintar memasak gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah. Lalu dia datang menemui Beliau untuk mengundang makan ditempatnya. Beliau bertanya, ‘Bagaimana dengan ini?’ (sambil menunjuk ‘Aisyah). Orang itu menjawab: ‘Tidak.’ Rasulullah berkata: ‘Kalau begitu aku juga tidak mau.’ (peristiwa itu berulang hingga tiga kali) Pada ajakan yang ketiga kalinya orang Persia itu mengatakan: ‘Ya.’ Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)

4. Melayani pasangan.

Dari Anas ra., dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang Beliau untuk Shafiyyah. Kemudian Beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lututnya dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut Beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR. Bukhari)

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku biasa menyisir rambut Rasulullah saw, saat itu aku sedang haid.” (HR. Ahmad)

5. Panggilan kesayangan untuk istri.

Nabi saw memanggil ‘Aisyah dengan Humairah, artinya yang kemerah-merahan pipinya. Beliau juga suka memanggil ‘Aisyah dengan sebutan “Aisy/Aisyi.”

6. Membelai istri.

Dari ‘Aisyah ra., “Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan Beliau musti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiri dan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga Beliau singgah ke tempat istri digiliri waktunya, lalu Beliau bermalam di tempatnya.” (HR. Ahmad)

7. Suami sering memberi ciuman kepada istri.

Dari ‘Aisyah ra., bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian Beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya. (HR. ‘Abdurrazaq)

Nabi saw sering mencium ’Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa. (HR. Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

8. Makan dan minum, sepiring dan segelas berdua.

Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Aku biasa minum dari muk yang sama ketika haid, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempatku meletakkan mulut, lalu Beliau minum. Kemudian aku mengambil muk tadi, lalu aku menghirup isinya, lalu Beliau kembali mengambilnya dari ku, lalu Beliau meletakkan mulutnya pada tempatku meletakkan mulut, lalu Beliau pun menghirupnya.” (HR. ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur dan riwayat lain yang senada dari Muslim)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah. (HR. Muslim No. 300)

9. Suami menyuapi istri.

Dari Saad bin Abi Waqash ra. berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah shadaqah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu’.“ (HR Bukhori [VI/293] dan Muslim [V/71])

10. Suami merawat istri dengan penuh kasih sayang, ketika istri sedang sakit.

Diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra., Nabi saw adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang sedih atau sakit. (HR. Bukhari No. 4750 dan HR. Muslim No. 2770)

11. Membantu pekerjaan rumah tangga.

‘Aisyah pernah ditanya, “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR. Bukhari)

12. Tetap romantis walau istri sedang haid.

Ketika ’Aisyah sedang haid, Nabi saw pernah membangunkannya, Beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca Al-Qur’an (HR. Bukhari no. 7945)

‘Umara bin Ghurab menceritakan, bahwa seorang bibinya bertanya kepada ’Aisyah ra.,”Jikalau aku sedang haid dan kami hanya mempunyai sebuah tempat tidur, apa yang harus dia lakukan? ’Aisyah menjawab, Dia harus menyelimuti istrinya dan tidur dengannya. Sebagaimana Nabi saw, ketika Beliau kedinginan dan menghampiriku, ‘Hangatkan aku, hangatkan aku!’, katanya. Aku berkata, ’Aku sedang haid, ya Rasul.’Tetapi Rasulullah malah memelukku dan meletakkan pipi Beliau pada tubuhku.” (HR. Bukhari, dalam Kitab Al-Adab Al-Mufrad no. 120)

13. Suami mengantar istri bepergian.

Shafiyyah ra., salah searing istri Nabi saw., menceritakan bahwa ia datang mengunjungi Rasulullah ketika Beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Ia berbicara dekat Beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk pulang. Nabi ikut berdiri untuk mengantarkannya. (HR Bukhari dan Muslim)

14. Memberi kejutan untuk menyenangkan hati.

Dari Said bin Yazid, bahwa Nabi mengundang seorang wanita, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda, “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, dia aku undang menyanyi untukmu?” ‘Aisyah terkejut dan senang. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)

15. Memberi hadiah menambah rasa cinta.

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata,“Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah, Beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR. Ahmad)

16. Bercanda menambah kemesraan.

‘Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi saw tertawa melihat mereka. (HR. Nasai dengan isnad hasan)

Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah, bahwa Beliau suka bercanda dengan istrinya. (HR. Bukhari)

17. Rekreasi menambah kemesraan.

Dari ‘Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Nabi saw berkata kepadaku, ‘Apakah kau ingin melihatnya?’ Aku jawab, ‘Ya.’ Lalu Beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ ” (HR Bukhari dan Muslim)

18. Berplesiran dimalam hari.

Rasulullah pernah datang pada malam hari, kemudian mengajak ‘Aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang. (HR Muslim 2445)

19. Bila tergoda segera menemui pasangannya.

Dari Jabir ra, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR. Tirmidzi)

20. Meredakan emosi pasangan dengan mesra.

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, “Wahai ‘Aisy, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR. Ibnu Sunni)

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Bolehkah kita mengucapkan Selamat Hari Natal?

Saat ini ada beda pendapat di sebagian ummat Islam tentang hukum mengucapkan Selamat Natal pada Ummat Kristen yang merayakan hari raya Natal. Ada yang tegas menyatakan haram. Ada pula yang membolehkannya.

Terhadap hal itu, hendaknya kita mengkaji Al Qur’an dan Hadits yang Sahih agar tahu mana pendapat yang benar, dan mana yang salah.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

“Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain sepertiSyirik.

Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa Syirik. Dan Syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada orang yang tengah merayakan kemusyrikan?

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah 73]

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

“Katakanlah: Allah itu Satu
Allah tempat meminta
Dia tidak beranak dan tidak diperanakan
Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]

Seharusnya kita memberitahu mereka bahwa syirik itu dosa. Bukan justru memberi selamat! Jika kita beri ucapan selamat, mereka tidak akan sadar dan terus terjebak dalam kemusyrikan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

Perhatikan ayat-ayat di atas. Allah menyatakan bahwa kafirlah Ahli Kitab yang menganggap Allah hanyalah 1 dari 3 Tuhan dan Allah menjanjikan siksaan yang pedih pada orang-orang yang musyrik. Adakah kita ingin turut mendapat siksa dengan memberikan ucapan selamat kepada orang yang tengah merayakan hari kelahiran Yesus sebagai Tuhan Anak? Sebagai sekutu dari Allah?

Oleh karena itu keliru jika ada yang mengharamkan orang menghadiri acara Natal, tapi justru menghalalkan menucapkan Selamat Natal. Sesuatu yang haram itu dosa. Mengucapkan selamat kepada orang yang berbuat haram juga dosa. Misalnya orang mencuri (mencuri lebih ringan dosanya daripada sirik). Jika kita mengucapkan Selamat Mencuri, itu juga dosa. Begitu pula mengucapkan selamat kepada orang yang tengah berbuat dosa syirik.

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (Qs. Az Zumar [39]: 7)

Sebagaimana Allah tidak meridhoi/menyukai kekafiran, hendaknya kita begitu. Bukan justru memberi ucapan selamat kepada orang yang merayakan kekafirannya dengan merayakan kelahiran Tuhan dan Juru Selamat mereka.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Allah memberitahukan, tidak didapatkan orang beriman mencintai orang kafir. Siapa yang mencintai orang kafir maka dia bukan seorang mukmin. Menyerupai secara dzahir bisa menimbulkan kecintaan maka diharamkan.”

….Allah memberitahukan, tidak didapatkan orang beriman mencintai orang kafir. Siapa yang mencintai orang kafir maka dia bukan seorang mukmin. Menyerupai secara dzahir bisa menimbulkan kecintaan maka diharamkan….

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Oleh karena itu kasihan sekali jika ada presenter Muslim di TV atau pramuniaga Muslim di Mal-mal yang mengenakan topi merah Sinterklas saat Natal. Karena itu berarti mereka termasuk bagian dari orang-orang Kristen. Ketahuilah bahwa akhirat/surga itu lebih baik dan lebih kekal daripada dunia yang fana ini.

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” [Al Fath 29]
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” [Al Maa-idah 54]

Larangan menghadiri perayaan hari raya orang kafir

Para ulama bersepakat, haram menghadiri perayaan hari raya orang kafir dan bertasyabuh (menyerupai) acara mereka. Ini adalah pendapat madzab Hanafi, Maliki, syafi’i, dan Hambali. (Lihat Iqtidla’ ash-Shirat al-Mustaqim, karya Ibnu Taimiyah : 2/425 dan Ahkam Ahlidz Dzimmah, karya Ibnul Qayyim 2/227).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ’Utsaimin mengatakan, ”Ucapan selamat hari natal atau ucapan selamat lainnya yang berkaitan dengan agama kepada orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama.” [Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/28-29, no. 404, Asy Syamilah.]

Dalam Al-Fiqh Al-Islami, Tasyabuh dilarang berdasarkan alasan yang cukup banyak:

1.  Tidak menumpang pada kapal yang digunakan orang kafir untuk menghadiri perayaan hari raya mereka.

Imam Malik rahimahullah berkata; “dimakruhkan menumpang kapal orang kafir yang dijalankan sebagai alat transportasi untuk menghadiri perayaan hari raya mereka, karena laknat dan kemurkaan Allah turun kepada mereka.” (dalam Al-Luma’ Fi al-Hawadits wa al-Bida’1/392).

Ibnul Qasim pernah ditanya tentang menumpang kapal yang dijalankan orang Nashrani untuk menghadiri perayaan hari raya mereka, maka beliau membenci hal itu karena khawatir akan turun murka kepada mereka disebabkan kesyirikan yang mereka lakukan. (lihat Al-Iqtidla: 2/625).

Ibn al-Qayyim pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang Kafir hukumnya haram.

Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya “Ahkâm Ahl adz-Dzimmah”, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama.

Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Mungkin ada yang berkata, “Masak mengucapkan Selamat Natal saja haram?” Menurut kita mungkin kecil. Tapi di sisi Allah ucapan yang sesat itu besar dosanya. Coba lihat:

“Mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.”
Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh” [Maryam 88-90]

Jangankan mengucapkan Selamat Natal, mengucapkan salam biasa saja kepada Non Muslim kita dilarang:
Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang diperkenankan oleh syari’at adalah:”Wa ‘alaikum!” (Semoga anda juga). Itu saja, tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan:”Jika orang-orang Ahli Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah:”Wa ‘alaikum” (HR. Bukhary dan Muslim).

Salam adalah do’a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kita tidak bisa mengucapkan doa Selamat kepada orang yang kafir/musyrik karena jika mereka tak tobat, siksa Allah sudah jelas menunggu mereka.

”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al Qashash [28]: 56).

Satu-satunya doa yang diperbolehkan untuk orang kafir yang masih hidup adalah doa agar mereka dapat petunjuk untuk masuk Islam:

Do’a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim:”Ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti” (Sirah Nabawiyah, Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do’a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab ketika masih kafir:”Ya Allah, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin Khaththab”.

Ada ulama yang membolehkan mengucapkan salam dengan dalil di bawah:

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” [Maryam 33]

Namun kita harus paham bahwa itu adalah ucapan Nabi Isa yang berdoa semoga keselamatan dilimpahkan padanya pada hari beliau dilahirkan, meninggal, dan saat dibangkitkan kembali.  Bukan setiap tanggal 25 Desember yang memakai tahun Masehi karena ummat Islam memakai kalendar Hijriyah. Dan Nabi serta para sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal.

Selain itu, harusnya cukup berdoa kepada Allah agar melimpahkan keselamatan kepada Nabi  Isa. Bukan memberi ucapan Selamat Natal kepada kaum Nasrani yang kita tahu merayakan kelahiran Tuhan mereka.

Selain itu, mengucapkan Selamat Natal atas kelahiran Nabi Isa pada tanggal 25 Desember juga salah waktu. Sebab Nabi Isa AS tidak lahir pada tanggal 25 Desember, beliau lahir di musim panas saat kurma berbuah, sebagaimana isyarat di dalam ayat Al-Quran saat Ibunda Maryam melahirkannya di bawah pohon kurma. Saat itu Allah SWT berfirma kepadanya:

“Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” (QS. Maryam: 25)

Bahkan sebagian orang Kristen sendiri menyatakan bahwa tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus. Tapi itu adalah hari perayaan kaum Romawi, Solstice Day, yang merayakan hari kelahiran Dewa Matahari:

http://id.wikipedia.org/wiki/Natal

Jadi keliru sekali jika ada ummat Islam yang mengucapkan Selamat Natal pada tanggal 25 Desember.

Ada ulama yang menghalalkan mengucapkan selamat natal dengan dalil “Berbuat Baik”:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”  (QS. Al-Mumtahanah: 8)

Ayat ini turun pada Asma’ binti Abi Bakr ra, di mana ibundanya –Qotilah binti ‘Abdil ‘Uzza- yang musyrik dan ia diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk tetap menjalin hubungan dengan ibunya.[Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy]. Jadi bukan untuk mengucapkan Selamat Natal.

Padahal berbuat baik di atas adalah berbuat baik selama kita tidak bermaksiat kepada Allah. Jangankan terhadap orang biasa, terhadap orang tua saja meski kita harus berbuat baik, tapi jika durhaka kepada perintah Allah haram bagi kita untuk mematuhi mereka.

Berbuat baik itu bukan berarti kita ikut ridho dan mengucapkan selamat atas kekafiran mereka. Islam memang menghargai kebebasan beragama. Laa ikraha fid diin. Tak ada paksaan dalam beragama. Tapi dalam hal aqidah, tidak bisa dicampur aduk. Sebagai contoh Nabi pernah ditawari kekayaan, wanita, dan juga jabatan sebagai pemimpin Mekkah agar tidak menjelek-jelekkan Tuhan (Berhala) kaum kafir Quraisy dan bergantian menyembah Tuhan. Nabi menyembah Tuhan Quraisy setahun, dan kaum kafir Quraisy menyembah Allah selama setahun. Jika mengikuti ajakan kaum kafir tersebut, memang kita berbuat baik kepada mereka. Tapi kafir kepada Allah. Akhirnya Allah menurunkan surat Al Kaafiruun yang menegaskan tidak ada toleransi dalam hal Aqidah:

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: “Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun.” Nabi saw menjawab: “Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku.” Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-’Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: “Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami.” Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa’id bin Mina.)

Inilah surat Al Kaafiruun ayat 1-6:

Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

Tegas bukan? Tidak pernah Nabi mengucapkan: “Selamat Menyembah Berhala”

Dan jika ada yang membolehkan mengucapkan selamat Natal bagi Muslim yang tinggal di daerah yang mayoritas Kristen, itu tak sesuai sunnah Nabi. Meski Nabi saat itu di Mekkah merupakan minoritas, tapi oleh Allah tetap bersikap tegas.

Berbuat baik itu adalah dengan mengatakan yang benar itu benar, dan salah itu salah. Orang yang salah, kita beritahu yang benar. Jadi mereka bisa jadi benar. Bukan justru didukung untuk terus tetap berbuat salah.

Dalil lainnya lagi adalah jika diberi penghormatan atau salam, hendaklah memberi penghormatan yang lebih baik lagi:

وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An-Nisa’: 86)

Padahal ayat di atas berkenaan dengan ucapan “Assalamu’alaikum” yang diucapkan oleh sesama Muslim yang wajib dibalas dan bahkan lebih baik lagi dengan ucapan “Wa’alaikum salam wa rohmatullahi wa barokatuhu”. Bukan ucapan “Selamat Natal” oleh orang musyrik kemudian kita balas lagi. Ayat selanjutnya membantah hal itu:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah ?” (QS. An-Nisa’: 87)

Bagaimana mungkin kita mengucapkan Selamat kepada orang yang tengah mengingkari ayat di atas dengan menyembah Tuhan selain Allah?

Jadi sekali lagi, Hari Natal adalah satu Syiar Agama Kristen di mana mereka saat itu merayakan hari lahirnya Tuhan mereka: Yesus. Syirik itu adalah dosa terbesar yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Tak pernah ada sunnah Nabi dan para sahabat mengucapkan Selamat Natal kepada ummat Kristen saat itu. Sebaliknya dalam Al Qur’an disebutkan bahwa Nabi mengajak utusan Nasrani Najran untuk bermubahalah ketika kaum Nasrani ngotot bahwa Isa itu adalah Tuhan. Kutukan Allah akan menimpa kaum Nasrani jika mereka berdusta. Dan kaum Nasrani tak berani menerima tantangan itu:

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
(Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta
Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar, dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana .
Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah.” Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [Ali 'Imran 59-64]

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” [At Taubah 31]

[639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Sesatnya kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka mengikuti ulama mereka membabi-buta. Kita jangan taqlid pada ulama seperti mereka. Pegang teguh Al Qur’an dan Hadits. Ikutilah ulama yang lurus yang berpedoman pada Al Qur’an dan hadits. Bukan yang menyimpang dan sesat.

Dari berbagai ayat Al Qur’an mau pun hadits di atas, jelaslah bahwa argumentasi orang-orang yang menghalalkan ucapan Selamat Natal itu tak memiliki dalil Al Qur’an dan Hadits yang kuat. Karena berdasarkan dalil yang mereka pakai, tak pernah Nabi, para sahabat, tabi’in, serta Imam Madzhab mengucapkan Selamat Natal. Bahkan Nabi justru mengajak mereka bermubahalah:

“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta” [At Taubah 61]

Nabi tidak mengucapkan Selamat Natal. Justru mengajak mereka kembali ke jalan yang lurus!

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” [Al Israa' 31]

Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)

Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)

Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah 120]

Kaum Nasrani memang tidak akan senang dengan ummat Islam hingga kita mengikuti mereka. Tapi hendaknya kita tetap lurus. Jika ada hal yang syubhat/samar di mana ada yang bilang haram dan yang lain bilang halal, hendaklah kita tinggalkan yang syubhat. Insya Allah akan selamat. Selain itu karena Nabi dan Sahabat tak pernah mengucapkan Selamat Natal kepada kaum Nasrani meski dulu kaum Nasrani sudah ada, maka mengucapkannya adalah Bid’ah. Dan Bid’ah itu adalah sesat (HR Muslim).

Jadi marilah kita tetap lurus di jalan yang lurus dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kata Bijak Islami yang diambil dari Sayidina Umar bin Khattab

Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina. Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga.

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.

sumber: blogbintang.com

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Menampilkan Postingan WordPress.com Ke Facebook

WordPress.com mempunyai fitur untuk menampilkan postingan blog terkini ke situs lain yaitu Twitter dan Yahoo Update. Fitur ini kembali diperbaharui dengan penambahan publisitas Facebook. Sehingga saat Anda posting artikel baru akan otomatis masuk ke status Facebook.

Sebenarnya sudah ada aplikasi untuk menampilkan posting blog terkini di Facebook. Contohnya dengan NetworkedBlog. Namun kelemahannya tidak real time alias menunggu beberapa jam agar postingan bisa tampil.

Berikut ini cara menampilkan posting terbaru WordPress.com ke Facebook dengan fitur bawaan WordPress.

* Silahkan masuk ke Dashboard kemudian menu My Blogs.
* Centang Facebook.

* Akan muncul pesan untuk mengijinkan koneksi ke Facebook.
* Klik tombol Authorize Connection

Publicize: Facebook authorization message

* Anda akan dibawa masuk ke Facebook Anda. Silahkan setujui/allow semua akses dari WordPress.com

Publicize: Facebook grant authorization dialog

Setelah selesai Anda akan dibawa kembali ke dashboard WordPress.com dan akan ada pesan bahwa menghubungkan WordPress.com ke Facebook telah berhasil. Berikut ini contoh tampilan status di Facebook.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

TENTANG KETERBATASAN

saat qt menerima keterbatasan,
Saat ituLah qt meLampauiNya.”
^Albert Einstein

BERSYUKUR Karena qt memiLiki keterbatasan
Andaikata mata qt mampu meLihat benda supermungil,
Mungkin sejak bangun tidur qt telah berkali-kali pingsan
Karena menemukan jutaan bakteri dipermukaan kulit.
Misalnya, sapasang mata qt adL dua Lensa mikroskop,
Qt tak akan berani tidur-tiduran diatas karpet yang mengandung jutaan
Binatang renik terus”an bergerak.
Keterbatasan merupakan keberuntungan buat qt.
Jika telinga qt sanggup mendengar suara segenap kegiatan organ tubuh :
Degup jantung, aliran udara memasuki paru” melalui Lubang hidung dan Lorong”
Pipa DLm tubuh
Serta geriuk usus meremas bhan makanan yang telah dikunyah oleh gi”…
aLangkah ributny dunia ini!!^^
SeAndaiNya qt tak pernah mengantuk, apa yang terjadi???
_barangkaLi, qt akan membaca berpuLuh buku,
Menyanyi tak putus”, mencoba semua menu masakan, makan… minum,
meLakukan oLahraga berjam-jam, yang ujungnya jenuh
dan merindukan tidur,
tapi tak kunjung datang.
_betapa LeLahNy fisik, pikiran, dan batin qt diperdaya oLeh mata
Yang terus terjaga nyaLang…
-_-

_kekuatan perasaan juga teRbatas. diTandai dengan air mata
Yang membasahi pi” ketika rasa haru, sedih, dan kecewa menyerbu.
Kekuatan kesabaran juga terbatas, menurut manusia seperti qt.
Keterbatasan itu, sayangNya kerap ditunjukan dengan peristiwa”
Mengerikan
**apa penyebabNya??
Menurut kesimpuLan yang diPeroLeh, penyebab semua itu
AdL keterbatasan dLm menghadapi MasaLah..^^
_dLm sebuah seminar kepemimpinan yang pernah q ikuti .
Q sempat menyaksikan video tentang oLimpiade org” cacat.
segaLa terasa mustahiL tamapak nyata disana.
.peLoncat tinggi dg 1 kaki
.perenang tanpa tangan
.dan peLari marathon yang menggunakan kedua tanganNya karena kakinya invalid
(pernah menonton video itu///??)
Saksikan La… mao bukti nyata
He..^^

_q kira, masih banyak orang dg segaLa keterbatasanNya yang sanggup
Menggapai impian.

ehMmm…..keAjaiban itu menyentuh hati, menyadarkan diri pada kesempurnaan
atau keLebihan yang tak termanfaadtkan secara maksimaL!!!
hUft…

***mari qt syukuri keterbatasan yang qt miLiki.
Sebab keterbatasan itu, mudah-mudahan qt dapat menyadari
Setiap keLebihan yg trkandung didLmNya.
_dan meLalui sketsa” kisah kehidupan org teRdahuLu
Nabi” & rosuL, pimpinan, guru, kisah kehidupan masing” dan org teRdekat.
Semoga akan membuat qt dapat memetik peLajaran indah dari peRjLanan hidup

‎_.. “perbedaan sekoLah dan kehidupan??
diSekoLah qt diajarkan sebuah peLajaran
dan di beri tes.
.dLm kehidupan, qt diBeri tes yang
mengajarkan kepada qt sebuah peLajaran..”
^^Tom Bodett

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized